Setelah aku tahu siapa itu Damien, aku memutuskan untuk setiap akhir pekan aku juga ikut berlatih dengan mereka. Sehingga aku tak khawatir pada pakaian yang harus kupakai saat berolah raga karena Arnold sudah membelikannya untukku. “ hei! Adik tiri jelekku.” panggilan Arnold membuat olah ragaku buyar. Namun meski begitu, aku masih bisa menjaga keseimbanganku, lalu memegang pegangan alat treadmill dan mengangkat kaki ku ke sisi yang tak ada karet yang berjalan. “ ada apa?” tanyaku. ” apa kau sadar jika kau sudah berlari selama setengah jam lamanya?” tanya Arnold. Aku melihat ke arah handphone yang memang telah berjalan setengah jam dari aku menyalakan music. Aku memang tipe orang- yang, jika sudah fokus pada sesuatu selalu lupa waktu. “ aku sendiri tak sadar jika aku sudah berlari sela

