Ale?

591 Kata

Dika membulatkan matanya kala melihat bagaimana rupa rumahku sekarang saat pria itu kerumahku pada siang harinya. Sesuai yang aku katakan, pria tua itu baru akan mengunjungiku keesokan paginya. Dan itulah yang terjadi, Dika bukan saja datang pada esok harinya, pria yang tak lagi muda itu bahkan dengan santainya datang di siang hari di saat pria itu mengatakan akan mengunjungi rumahku saat bertemu kemarin. Sesungguhnya aku tahu, mengolok seseorang itu salah dan tak di benarkan- meski hanya dalam hati sekalipun. Dan, apa yang kami lakukan bahkan tak dapat di benarkan lagi. Apa boleh buat, aku terpaksa melakukannya, maksudku tetap jadian dengannya; Dika lah yang memaksaku agar tetap mau jadian dengannya, meski aku sendiri telah jengah dengannya. aku sendiri menyanggupi masih jadian dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN