“Sudah kukatakan berapa kali agar kau mendengarkan?” Brandon Avyarg, pria berusia 50 tahun itu menatap kesal putri satu-satunya. Anak yang diharapkan hadir setelah sekian lama menikah. Istrinya telah meninggal dunia ketika melahirkan Michelle dan pria itu tidak ingin menikah lagi. Dia percaya bahwa dikehidupan selanjutnya pasti akan bertemu lagi dengan istri yang dicintainya. Michelle menunduk di kursinya di ruang tamu rumah mereka yang sederhana, terdiri dua kamar tidur dan dapur yang menyatu dengan ruang tamu sekaligus ruang makan. Rumah-rumah para pemburu di wilayah tertutup itu memang semua sederhana. Mereka membangun itu demi kepraktisan. “Kau tidak membantu sama sekali, Michelle!” suara Brandon meninggi, “kau dilatih untuk menjadi pemimpin nantinya, bukannya untuk bermain-main

