“Kalungmu bagus.” Michelle berkomentar. Mereka sedang mengobrol di atas tempat tidur dengan kepala Rydian yang ada di pangkuan gadis itu, sedangkan Michelle duduk dengan punggung di kepala tempat tidur. Mereka tidak melakukan apa pun. Hanya Michelle yang sibuk mengunyah buah berry liar yang dipetik Rydian ketika mereka berjalan menuju rumah itu. Mereka berdua tidak melakukan apa pun, hanya menghabiskan waktu berdua sebelum Michelle pulang. Rydian menyentuh liontin berwarna hitamnya. “Ini milik ibu kandungku.” Jawabnya pelan. Dia teringat ucapan ibunya tadi ketika meminta beberapa potong roti bahwa kalung itu dapat menuntunnya pada ibu kandungnya. Ucapan itu membuatnya mendongak menatap Michelle, “bagaimana caranya agar aku bertemu ibu kandungku, ya?” Michelle yang sedang makan buah be

