Pengendali

1648 Kata

Matahari telah condong ketika Jake membuka pintu besi itu dengan membawa beberapa kantung darah untuk Rydian. Dia menatap remaja yang duduk bersila di tengah ruangan dengan mata terpejam. Kulit remaja itu telah berubah menjadi sedikit pucat. “Kubawakan kau darah.” Jake berjalan menghampiri lalu mengulurkan beberapa kantung darah itu pada Rydian. Remaja itu membuka matanya menatap Jake. “Apakah aku lulus?” tanyanya. Suaranya lemah. Sehari semalam dia tidak makan atau minum membuat energinya seakan terkuras habis. Jake mengangguk mendengar itu. “Ambil.” Perintahnya masih menyodorkan kantung darah itu, “sebagai hadiah karena kau telah berhasil menahan rasa haus dan laparmu.” Rydian mengulurkan tangannya yang gemetar. Dia berusaha menahan keinginannya terbesarnya yaitu rasa lapar. Sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN