Senyum tercipta dari bibir Jake tatkala dia menyempatkan diri melihat Rydian melalui kaca satu arah. Dia melihat remaja itu sedang terduduk lemas di seberang ruangan dengan mata terpejam. Bibir remaja itu bergumam-gumam namun dia dapat menangkap apa yang dikatakannya. Rydian sedang memakinya dengan kata; Jake sia-lan. Jake memerhatikan langit yang sudah mulai gelap. “Baru beberapa jam, dia sudah lemah.” Ucapnya lalu kembali menatap kaca satu arah itu. Energi yang terkuras habis sebab kemarahan yang memuncak, tidak adanya darah atau makanan masuk ke dalam sistem tubuhnya, lalu dibuatnya remaja itu berpuasa beberapa jam membuat tubuh Rydian lemah dan tidak bisa berubah. Dia melihat bagaimana remaja itu berusaha mengeluarkan sayap yang ada dipunggungnya namun gagal. Alisnya berkerut meliha

