“Beast? Kenapa?” Michelle menatap Beast yang berada tepat di atasnya. Mereka masih berada di tempat tidur dengan hari yang masih malam. Malam yang begitu panjang. Beast menatap tubuh Michelle yang tanpa busana. Baginya gadis yang ada di hadapannya begitulah indah. Di depan mata Michelle, Beast berubah menjadi manusia normal. Menjadi Rydian yang dia kenal dan sama sepertinya yang tanpa busana. Michelle tersenyum manis. Perubahan bentuk yang cepat itu membuatnya terpesona bahkan lebih. Dia mencintai Beast dan Rydian. Keduanya memperlakukannya secara lembut. “Tubuhmu memar.” Rydian menyentuh pipi, lengan, dan tulang selang-ka gadis itu. Michelle menarik tangan lelaki itu lalu menciumnya lembut. Berulang kali. Dia dapat melihat penyesalan yang begitu dalam pada mata Rydian. “Seharusny

