“Apakah pemikiranmu sama denganku, Joseph?” bisik Rosalie pada suaminya. Joseph yang matanya masih menatap Beast yang melayang di udara itu mengangguk pelan. “Tidakkah kau sadar,” Rosalie berkata lagi, “aura sihirnya sama seperti sihir adikku yang mati di hutan ini.” “Ya.” Joseph berkata seraya mengeratkan jubah yang dipakainya. “Bagaikan dipindahkan begitu saja.” Sambungnya. Rosalie mengangguk setuju. Aura sihir yang ada di dalam Beast begitu terasa. Dia dapat membayangkan bagaimana jika kalung air mata yang dimaksud Beast itu sudah ditemukan dan dikenakan, maka kekuatan sihi itu akan terasa lagi terutama bagi para penyihir seperti dia. “Jadi, pergilah.” Perintah Beast lagi. Kini suaranya lebih tegas dari sebelumnya dan penuh dengan kekuatan dan penekanan. Tidak mau dibantah. Semua ya

