Abraham merasa lega karena bisa bercerita kepada Sarah. Dengan segera dia mencurahkan isi hatinya serta menceritakan kisah sedihnya kepada Sarah. Entah kenapa menulis dalam pesan ternyata lebih mudah daripada dia harus bercerita langsung. Setelah lama menunggu balasan Sarah yang lama tak muncul, Abraham mulai membersihkan ulang rumahnya untuk kesekian kalinya. Namun saat dia berdiri untuk mengambil kain pel, handphone-nya berdenting kembali. Dia segera kembali ke sofa untuk melihat tanggapan Sarah. "Aku turut berduka." Hanya itu tanggapannya. Abraham mendengus kesal dan membanting handphone-nya. Semua curahan hatinya hanya mendapatkan simpati seperti itu? Untung dia belum bercerita langsung, mungkin bagi Sarah, kehilangan calon pasangan hidup adalah hal yang biasa, mungkin Abraham juga y

