Dengan hati yang pilu, Nara akhirnya selesai melipat dan memindahkan baju anaknya. Satu persatu baju dia sentuh dan kenangan anaknya kembali. Disaat pertama kali dia melahirkan dan bayi mungil itu ada di dalam tangannya. Disaat Clara mulai bisa bicara dan berjalan. Semua itu kini hanya kenangan indah. Nara menangisi anaknya yang telah pergi dan tak akan bisa kembali. Baju-baju Clara dia simpan dan masukkan di dalam tas plastik. Dia akan mengirimkannya ke panti asuhan dimana dia dibesarkan. Nara ingat setiap ada pembagian baju bekas yang bagi Nara barang mewah. Baju-baju ini pasti akan sangat berguna bagi anak-anak di panti asuhan. Baju Clara rata-rata masih bagus karena dia sering sakit sehingga lebih banyak di rumah. Tiba-tiba, handphonenya berbunyi, dan jantungnya berdebar kembali. "

