Sarah menatap ke sekeliling rumahnya dan langsung merasa Abraham menunggunya di sesuatu tempat di dalam rumah. Dia bangkit dari duduk dan menutup matanya, dengan konyol masuk ke dalam kamarnya. Dia tak mau melihat keadaan ruang tengahnya yang sangat Abraham sekali. Dia masuk ke kamar mandi dan menyegarkan dirinya. Perasaan sepi itu tak mau pergi. Dia mengambil teleponnya dan menghubungi Rina. Teleponnya baru diangkat dalam dering ke 5. "Hai Sar, sori gue lagi ribet banget niy, ada apa?" Terdengar jeritan dan tangisan anak-anak di belakangnya. Lalu suara amarah Toni di belakang. "KAYLA, LEPASKAN RAMBUT ADIKMU!" teriak Rina tiba-tiba mengagetkan Sarah. Terdengar hardikan Toni lagi untuk melerai anak yang bertengkar di sana. "Kayla tidak mau bergantian mainan yang baru tadi dengan Ruben

