Abraham menggaruk belakang kepalanya. Tidak bisa membenarkan karena akan memojokan Sarah namun tak bisa menolak juga, karena memang mereka melakukan kesalahan. "Sampai kapan kalian disini?" Abraham bingung jika jujur sampai besok, dia takut pria itu akan semakin menggoda Sarah. Tapi jika dia berbohong dan ketahuan, dia akan kena masalah lagi jika kontrak mereka kembali gagal. "Sampai besok." Abraham memutuskan untuk jujur. Sebaik-baiknya berbohong, jujur selalu lebih baik. "Sepertinya, jika aku meminta nona Sarah menemani saya, Anda tidak akan suka ya?" tanya Ezra menyelidik. Sebenarnya sejak tadi dia memperhatikan wajah Sarah dan Abraham dan menyukai interaksi mereka. Setiap menjawab sesuatu, Sarah seperti menatap Abraham untuk meminta petunjuk. Dan Abraham menjawabnya, dengan terbat

