“Baik Pak.“ Sarah menunduk malu menerima surat itu, dia segera mencoba menghafalkan surat itu. Pak Abraham tersenyum pada resepsionis, dan wanita berambut pendek itu langsung terpesona. “Ya pak, ada yang saya dapat bantu?” suaranya yang biasa berteriak tiba-tiba menjadi lembut. Dari penampilannya, resepsionis itu tahu, pria ini bukan pria sembarangan. “Halo, saya ada janji bertemu dengan Pak Harsono?” jawab Abraham dengan ramah. Sarah ikut tersenyum namun resepsionis itu terlalu sibuk memperhatikan Abraham. “Oh, sebentar ya pak,” ucapnya pelan. “Oh benar pasti orang penting karena mereka mau bertemu dengan Pak Harsono,” batin resepsionis itu sambil menekan nomor ekstensi sekretaris Pak Harsono. Namun ternyata Pak Harsono, baru saja jalan ke bandara, dia mau ke Singapura untuk berobat.

