Sebenarnya Noah hanya bercanda, entah kenapa melamar Sarah dan ditolak merupakan lelucon yang terasa abadi bagi Noah. Tadi dia berharap akan melihat wajah Sarah yang menolak dengan segala alasan konyolnya, lalu dia akan memajukan bibir mungilnya sepanjang malam. Dia mengharapkan hal itu yang terjadi. Tapi ketika dia malah bertanya kembali seperti itu, Noah yang tak siap dia hanya melongo dan menatap Sarah tak percaya dengan pendengarannya. Dia memegang tangan Sarah lalu wajahnya dengan kening berkerut. "Ma-maksudnya…, kamu mau, Sar?" tanya Noah tergagap. Sarah mendengus saat melihat reaksi Noah yang seperti ikan di luar aquarium. Mulutnya terbuka dan tertutup tanpa ada suara. "Yah… begitu deh," jawab Sarah asal sambil memutar bola matanya. "Sar, aku serius?" ulang Noah dengan perasaan

