"Kak, hari ini jadi kan ke rumah?" Panggilan Evelyn mengalihkan perhatian Abraham kembali ke adiknya. "Eh, iya, aku akan datang. Masak yang enak ya, sudah lama aku tidak makan makanan rumah," ujar Abraham mengingat kalau terakhir dia makan makanan rumahan adalah saat Sarah tiba-tiba dengan baik hati memasakkan sayur sederhana. "Sayur kan, kakak kan yang penting ada sayur, santai tumis jadi tuh," ucap adiknya sambil tertawa. "Kalau mau, ajak aja dia," lanjut Evelyn setelah tawanya usai. Hati Abraham bergetar, andai dia punya keberanian seperti itu. Dia kembali menatap langit Jakarta yang semakin gelap. "Siapa lagi maksudmu, sudahlah kakak mau balik kerja, kamu tuh ajak pacarmu, kakak mau lihat." Adiknya tertawa pelan karena gantian ditodong. Evelyn sama jomlonya seperti kakaknya, dia ma

