Jantungnya masih berdebar kencang, saat melihat tubuh kekarnya berjalan meninggalkan dirinya yang membeku. Perlahan dia baru mulai bisa bernapas, dan melirik ke arah pria itu. Namun, walau napasnya sudah mulai normal, jantungnya masih terus berdebar kencang. Baru kali ini Sarah menyadari, bos nya memang seorang pria. Bukan,... Selama ini dua tahu Abraham memang seorang pria, namun dia baru menyadari kalau dia, secara bodohnya mulai tertarik kepadanya sebagai seorang pria. "Itu tidak mungkin kan? Dia bos, dan dia bawahan, hanya itu hubungan mereka kan?" Namun, mengapa tadi dia merasa kecewa saat pria itu tidak menciumnya? Bahkan sentuhan ibu jarinya di bibirnya pun tadi terasa sangat sensual?" Sarah melamun dalam hati. Sampai Abraham memecahkan gelasnya. "Maaf, sepertinya tangan saya lic

