Noah menatap layar dengan mata yang mulai berputar. Dia menghela napas sambil menutup matanya sepertinya dia sudah terlalu lama menatap layar komputernya. Saat ditutup matanya terasa perih dan sedikit berair. Dia seketika teringat telepon dari Sarah tadi yang aneh. "Apanya yang paling dia butuhkan sih?" Dia lalu mencoba menelpon Sarah. Wanita itu tidak mengangkat langsung teleponnya. Setelah dering yang ketiga dia baru mengangkatnya dengan suara berbisik. "Halo, No, aku hubungi kamu nanti ya," ucap Sarah berbisik lirih. "Sar, apa yang kamu paling butuhkan? Kamu butuh pembalut? Kamu memang dimana?" "Haish apaan sih, dah ah!" Wanita itu mematikan handphonenya dengan cepat, Noah tertawa pelan mendengar tanggapannya. Hanya mendengar omelannya saja Noah menjadi semangat lagi. Dia kembali

