"Noah?" “Aku langsung dari kantor, karena penasaran… kamu kenapa Sar?” tanya Noah kaget menatap wajah Sarah yang penuh air mata. Dia segera menarik Sarah dalam pelukannya. Sarah menangis tersedu-sedu, menumpahkan semua perasaannya ke dalam pelukan sahabatnya. Hati Noah mencelos, ada orang lain di hati Sarah, dan orang itu bukan dia. Dia hanya bisa memeluknya dan berusaha menenangkannya. Dengan lembut pria itu mengelus punggung Sarah sampai wanita itu puas menangis. Abraham merasa seperti sampah. Perasaannya campur aduk. Rasa bersalahnya kepada Martha membuatnya merasa tercekik, sedangkan kini dia semakin menyakiti Sarah, dia seharusnya langsung pulang semalam, mengapa malah dia sengaja mencari alasan untuk berlama-lama bersamanya? Dia memukul setir dengan kesal, lalu memaki dirinya send

