Sierra dan teman-temannya kemudian berlalu pergi meninggalkan Richard yang masih berdiri di tempatnya. Perempuan itu sempat melirik Richard sejenak kemudian benar-benar tak mempedulikan pria itu. “Kau yakin tidak punya perasaan pada suamimu, Sierra, dia cukup tampan untuk usianya, aku bahkan bisa membayangkan saat dia seusia kita dia pasti idola semua perempuan di sekolah,” ujar Natasya, gadis penggoda tadi. “Kalau kau suka ambil saja, kau akan lari saat kau sudah tahu bagaimana dia yang sebenarnya.” Jawab Sierra. “Memangnya dia seperti apa?” tanya Claire yang duduk di kursi depan. Sierra mendengus mengingat semua kelakuan menyebalkan Richard kepadanya. “Kuakui dia memang tampan tapi dia sangat menyebalkan, dia melarangku melakukan ini dan itu seperti orang tuaku saja, dia bahkan melar

