Sierra menoleh pada Richard dengan mata terbelalak. “Aku baru saja belanja,” jawabnya. Richard berdiri kemudian memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Ia melangkah mendekat pada Sierra dan menatap perempuan itu lekat-lekat. Sierra bergidik ngeri merasakan aura Richard yang tiba-tiba saja menjadi sangat menyeramkan. Ia bahkan melangkah mundur karena takut. “Siapa dia, Sierra?” tanya Richard. “Di-dia rekanku,” jawab Sierra terbata-bata. “Rekan, sungguh?” Richard tampak tak percaya “apa kau tidak punya hubungan khusu dengannya?” tambahnya. Sierra merasa tersinggung dengan pertanyaan itu dn ia pun menjadi kesal. “Memangnya kenapa, apa tidak boleh jika aku benar-benar tertarik padanya?” semprotnya. “Sierra, kau istriku!” tegas Richard. “Aku hanya istri tertulis, Richard!” teg

