Richard menatap tajam Sierra dan Jonathan bergantian. Keduanya kemudian berdiri dan Sierra hanya bisa menelan ludah. “Apa yang kau lakukan di sini, bukankah seharusnya kau di kantor?” tanya Sierra. “Apa yang kulakukan di sini? Seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu, apa yang kau lakukan di sini bersama seorang pria?” tanya Richard penuh penekanan. “Aku makan siang di sini dengannya, dia rekanku,” jawab Sierra. “Tunggu,” potong Jonathan kemudian menatap Sierra, “siapa dia, Sierra?” tanyanya yang merasa bingung dengan kehadiran Richard yang tiba-tiba marah-marah. Richard menatap Jonathan penuh kebencian “aku suaminya,” jawabnya penuh penekanan. Jonathan terkejut bukan main. Selama ini ia kira Sierra seorang gadis lajang. Ia langsung tertarik begitu melihat Sierra yang duduk di b

