Sierra meraup seluruh wajahnya dan menutupinya dengan kedua telapak tangannya “aku tak punya siapa pun,” ratapnya. Richard merasa hatinya seperti diremas melihat Sierra menangis tersedu-sedu begitu. Malang sekali anak itu. Richard pun langsung membuka telapak tangan Sierra yang kini sudah basah kuyub karena air matanya sendiri. Ia menangkup wajah Sierra dan menatap perempuan itu lekat. Richard menggeleng pelan kemudian ia menyeka air mata itu dengan jarinya. “Kau masih punya aku, aku sayang padamu,” katanya lirih. Sierra semakin menangis. Di saat begini justru orang yang paling tidak ia inginkan yang ada untuknya. Sebenarnya ada apa dengan hidupnya. Apa yang salah darinya. Kenapa ia harus dilempar dalam situasi seperti ini. Richard kemudian memeluk Sierra. Perempuan itu pun tampak pasr

