“Halo, Sierra, apa bayimu sudah lahir?” tanya Claire. Sierra mengerutkan dahi “bagaimana kau tahu?” tanya Sierra. “Aku tidak sengaja melihatmu pulang dari rumah sakit saat baru saja berbelanja, apa kau sudah sampai di rumah?” “Sudah,” jawab Sierra. “Baiklah kalau begitu, aku akan ke sana sekarang, aku sudah belikan kado untuk bayimu,” kata Claire kemudian menutup telepon. Mendengar temannya akan datang entah kenapa Sierra malah tidak senang. Bukan tidak senang karena kedatangannya tetapi lebih kepada penyebab ia datang. Aiden. Sierra kini benar-benar muak berada terlalu lama di sisi Aiden. Ia berniat beranjak dari ranjang dan pergi saja dari kamar itu. Tetapi ketika baru akan bangun tiba-tiba saja jahitan diperutnya terasa sakit. Ia lupa bahwa ia tidak bisa asal bergerak. sungguh m

