Richard mondar-mandir di ruang tunggu. Kadang-kadang ia meremas jemarinya, kadang-kadang duduk sambil memandang langit-langit. Entah kenapa jarum jam seperti malas untuk beputar walau hanya di satu tempat saja. Hingga akhirnya sayup-sayup terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang operasi. Senyumannya langsung mengembang di wajahnya. Tetapi cukup lama ia menunggu pintu ruang operasi itu tak kunjung dibuka. Ia sangat cemas dengan keadaan Sierra. namun belum sempat ia dibuat kembali mondar-mandir di koridor dokter Moza akhirnya keluar bersama timnya yang membawa Sierra dan bayinya yang sudah berada dalam ruang inkubator. “dokter Moza,” panggil Richard. Dokter Moza pun menoleh merespon panggilan Richard dengan berhenti di hadapannya membiarkan dokter lain dan perawat membawa Sierra da

