Richard langsung mendelik mendengar niat Sierra. Ia cepat-cepat mengejar perempuan yang kini bukan hanya pantas disebut jahat tetapi lebih tepatnya dia adalah perempuan gila karena bisa-bisanya memeiliki niat untuk membuang darah dagingnya sendiri demi masa depan yang tak pasti. “Apa kau sugah gila, Sierra, berhenti!” teriak Richard. “Biar saja, aku memang gila dan ini semua gara-gara kau!” jawab Sierra takkalah bernada tinggi. Aiden pun terbangun dari tidurnya dan menangis. Richard yang mendengar tangisan Aiden pun langsung menggamit lengan Sierra dan dengan paksa membalik arah tubuh Sierra. “Berhenti, kataku!” bentaknya yang kemudian secara otomatis menghentikan langkah Sierra. Sambil masih menggendong bayi tak berdosa itu Sierra berusaha melepaskan diri “lepaskan aku!” teriaknya. “

