“Hoek, hoek …. Hoek.” Jesica mengeluarkan semua isi perutnya pagi ini. Dia bangun dini hari dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas minuman, tiba-tiba rasa mual itu datang dan Jesica berakhir di toilet sekarang. Biyan yang mendengar istrinya tengah muntah-muntah pun ikut bangun. Kini dia memijat bagian leher Jesica. “Abang tisu!” Dia menjulurkan tangannya meminta diambilkan tisu karena sudah selesai mengeluarkan isi perutnya setelah tiga kali muntah-muntah. “Iya Sayang. Ini” “Mual banget ya?” Biyan membantu Jesica untuk berdiri. Dia tak tega semua yang Jesica semalam telah keluar kembali. “Iya!” Jesica melingkarkan tangannya di leher Biyan dan menaikkan kedua kakinya. Tampaknya ia ingin di gendong seperti koala lagi ke kamar. Biyan mengambil kayu putih dan mengoleskannya pada leh

