61. Menghilang

1587 Kata

Biyan dari tadi lelah menunggu. Diluar ruangan dia terkena terpaan angin dan merasa kedinginan. Mana bisa makan dan minum kalau perasaannya belum tenang. Dia melirik jam yang melingkar di tangan kirinya. Sudah sangat malam, pasti Jesica sudah tidur sekarang. Biyan memberanikan diri untuk masuk. Dia membuka pintu secara perlahan, berharap Jesica tidak mendengarnya. Jesica yang merasa ada orang tengah masuk pun pura-pura tidur saja. Pasti yang masuk adalah suaminya. Dia saat ini tidak mau debat. “Hmmm mau larang tidur disini tapi kasian dari tadi berdiri di luar terus,” gumamnya dalam hati yang masih merasa kasihan pada Biyan. Jika dia dalam posisi Biyan pun pasti akan lelah. Masuk angin karena diam di luar terus, pegal-pegal pula karena ingin rebahan. “Biarin aja sampe besok deh. Lanjut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN