Naya ‘aku ada meeting, besok saja kita hangout nya. Maafkan aku, Lisa’ Aku menghela nafas ketika membaca pesan dari Lisa, ingan ku berkata kasar. Bagaimana tidak ingin berkata kasar, aku sudah menunggu Lisa selama hampir satu jam dan tiba-tiba saja Lisa mengiriminya pesan tidak bisa datang. Kenapa tidak mengatakannya tadi saja sebelum aku datang ke kafe dan menunggunya selama satu jam. ‘oke’ Akhirnya aku hanya membalas singkat saja, toh mengomel percuma saja. Aku duduk menghadap jendela dan menatap kendaraan yang sedang berlalu lalang. Kemacetan menjadi lebih menarik dari pada kopi ku sekarang ini. “keknya kita benaran jodoh deh, Nay” ujar seseorang mengagetkan ku dari lamunanku. “Abi!” ujar ku tidak percaya karena Abi sekarang sudah duduk didepanku dengan secangkir kopi. “iya umi”

