Bab Dua Puluh Empat

486 Kata

Anaya Aku memikirkan apa permintaan Abi tadi prihal kado ulang tahun untuknya, Abi itu benar-benar tidak punya otak sepertinya. Bisa-bisa nya dia berkata begitu pada ku. Aku menghela nafas pelan lalu tiduran ditempat tidur sambil bermain ponsel, melihat-lihat sosial media. Aku geleng-geleng kepala ketika membaca instastory dari Indri ‘anakku sakit, ya Tuhan apa yang harus aku lakukan’ Ada-ada saja, anak sakit seharusnya dibawa kerumah sakit, bukan untuk malah dimasukan kesosial media seperti ini. memangnya dengan melihatkan seperti ini anaknya akan sembuh dengan begitu saja. Dasar aneh. Aku kesal kalau membuka sosial media isinya seperti ini, aku menghela nafas lalu memakai hoodiku. Aku mau membeli satu digang perumahan. Aku mengambil dompet dan juga ponselku. “sate kayak biasa ya man

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN