Anaya “kamu benaran besok pulang mas?” tanyaku pada mas Adit dari via telpon, aku baru bangun tidur mendapat telpon dari mas Adit. “iya sayang, pekerjaanku semuanya sudah selesai. Aku sangat merindukan mu sayang, sudah tidak sabar bertemu dengan mu” ujar mas Adit membuatku tersenyum kecut. “aku juga merindukanmu mas, cepatlah pulang” ujar ku akhirnya. “iya sayang, kamu mau oleh-oleh apa?” “kamu pulang saja aku sudah cukup mas” jawabku, “baiklah sayang, suamimu yang tampan ini akan segera pulang. Bye sayang, aku mencintaimu” “aku juga” jawab ku meletakan ponsel diatas nakas lalu kembali lagi tiduran dikasur, dulu mungkin aku akan merasa melayang diangkasa ketika mas Adit mengatakan ‘aku mencintaimu’ aku merindukanmu’ tapi tidak untuk sekarang, semua itu hanya bohongan yang tidak patu

