Anaya
Aku mengambil tas kerjaku sekarang waktunya aku pulang, pukul baru jam 2 siang dan aku tidak tau harus kemana. Pulang? Sepi tidak ada orang, bukankah rumahku selalu sepi. Anak tidak punya, suami perjalanan bisnis ke Roma, pembantu hanya kerja paruh waktu hingga jam 12 siang.
Aku mengambil ponselku dan mengirimkan pesan pada Lisa satu-satunya teman yang aku punya, sebenarnya temanku banyak hanya saja Lisa itu spesial. Ah, berlebihan sekali.
**To Lisa : kau dimana? Mau hangout?
Form Lisa : oke, jemput kebutik yap**!
Aku tersenyum ketika mendapat balasan cepat dari Lisa, aku mencari kunci mobilku tapi tidak ada didalam tas. Sudah berjalan setengah jalan seperti ini tapi kunci mobil tertinggal, mengesalkan sekali jika harus balik lagi.
“ANAYA PUTRI UTAMI!”
Siapa yang memanggil nama lengkap ku, dosen? Dosen lain tidak pernah menyebut memanggilnya dengan nama panjangnya, katanya riber karna kepanjangan. Mahasiswa? Yang benar saja, mau mati apa memanggil ku dengan nama saja tampa embel-embel ibu’
“ANAYA!”
Aku mencari siapa yang memanggilku, lorong sepi karena mahasiswa lainya sedang berada didalam kelas dan sebagian sudah pulang mengingat sudah pukul 2 dan kelas sore dimulai dari pulul 4 sore.Aku membulatkan mataku ketika melihat Abimanyu sedang melambai kan tangannya padaku, dasar gila! Jadi dia yang memanggil ku tampa embel-embel ibu’.
Abimanyu tampak sedang bermain basket dengan temannya yang aku juga tidak kenal, hehe. Pria muda itu memang tidak ada sopan santunnya, jadi aku hanya membiarkan nya saja dan kembali masuk kedalam ruangan ku mengambil kunci mobil.
Abimanyu memang tampan incaran mahasiswi di kampus, hanya saja ya itu aku sudah menikah walaupun aku belum menikah aku juga tidak mau dengannya, bukannya menolak ciptaan sempurna Tuhan hanya saja Abimanyu bukan tipenya mendekati saja tidak. Aku tidak suka pria yang lebih muda dariku, ya tau lah mereka labil. Aku sudah labil ditambah lagi dengan labil lainnya, aku sama sekali tidak kepikiran.
From Lisa : kau dimana? Lma sekali, jarak kampus dengan butik ku hanya 5 menit.
Aku tersenyum melihat pesan dari Lisa, aku mencari kunci mobilku didalam laci tapi tidak ada,
Ah, ternyata kunci mobilku terjatuh dibawah meja pantas saja dicari didalam tas tidak ada. Aku segera keluar dari ruangan dan menguncinya kembali.
Aku kembali melewati lapangan dan masih menemukan Abimanyu yang sedang bermain basket, aku berlari melewati lapangan.
“NAYA HATI-HATI, JANGAN LARI NANTI JATUH!” teriak Abimanyu membuat aku berjalan normal
Sial, bisa-bisa nya Abimanyu melihat ku padahal dia sedang serius bermain basket dengan temannya,
Aku masuk kedalam mobil dan segera ke butik menjemput Lisa, anak itu padahal punya mobil tapi masih saja minta dijemput. Selalu saja seperti itu dari jaman-jaman nya sekolah, kalau ditanya alasannya satu : capek aku kalau harus nyetir mobil.
Aku menghentikan mobilku tepat didepan butik, dan Lisa langsung masuk kedalam mobil dengan wajah cemberut.
“selalu saja lelet” gerutunya membuatku hanya tersenyum menanggapi Lisa.