Peluh membanjiri dahi Alice, yang sudah ditidurkan di atas brankar. Tangannya mencengkram erat tangan Storm yang sedang berusaha saku celananya dan ingin mengambil ponsel, untuk menghubungi orang tuanya. "Sebentar ya?? Aku mau telepon Dad dulu," ucap Storm dengan lembut tetapi Alice malah menggeleng dengan kencang sambil terus mencengkram kuat tangan lelaki, yang menyebabkan situasi ini. "Jangan kemana-mana!! Jangan tinggalkan aku sendiri!!" pekik Alice bak orang yang tengah kesetanan. Storm serba salah. Tapi tetap berusaha untuk mendahulukan Alice, dibandingkan dengan menghubungi orang tuanya. Masalah itu masih bisa dilakukan nanti. Akan tetapi, menemani Alice di masa-masa seperti inilah yang paling penting dari segalanya. "Perut aku sakit. Pinggang aku serasa mau patah!!" rengek Alic

