Tanpa terasa kebersamaannya dengan Frans telah berakhir. Dua hari bersama membuat Luna sadar jika ia telah jatuh cinta pada dokter itu. Kebaikan dan kesabarannya sukses membuat hati Luna luluh. Sehingga ketika Luna sedang mengantarkan Frans menaiki bis dengan tujuan ke Bandung, ia memeluk tubuh Frans erat-erat. "Kenapa kamu mesti pulang ke Bandung?" keluh Luna di telinganya. Frans terkekeh kecil. "Aku masih punya pasien yang menunggu..." Luna melepaskan pelukannya dan memandang ke dalam iris cokelat di hadapannya. "Aku tahu. Karena itu aku sangat mencintaimu." Untuk sesaat Frans terdiam. Pandangan matanya membalas Luna dengan intens. "Aku juga sangat mencintaimu." Lalu keduanya tersenyum bersamaan. Meski jauh yang terpenting bagi mereka hati mereka tetap bersama dengan tujuan yang

