Alunan musik terompet Kenny G memenuhi kafe yang menjadi tempat pertemuan Luna dengan sosok misterius yang menghubunginya. Sambil mengedarkan pandangan matanya mencari sosok dengan ciri-ciri yang sudah diketahuinya dari perempuan itu. Ketika Luna menemukan perempuan bersyal rajut berwarna merah, dia langsung datang mendekati meja yang letaknya di sisi jendela kaca yang besar. "Terima kasih sudah datang. Duduklah," ucap wanita itu dalam bahasa inggrisnya yang fasih. Sama seperti yang di dengar Luna di telepon sebelum ia menuju ke tempat ini. Tapi bukan itu yang membuat Luna terpana. Melainkan wajahnya yang memiliki kemiripan dengan dirinya. Hanya warna rambut dan iris mereka yang berbeda. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa mereka memiliki kemiripan yang begitu luar biasa? "Silahkan duduk,"

