Udara dingin dan aroma kopi menyambut indera penciuman Luna. Beberapa orang tampak asyik mengobrol hingga lupa waktu sudah berapa lama mereka menempati meja tersebut. Diedarkan pandangan matanya mencari sosok yang telah menunggunya. Tak jauh dari pintu utama Luna melihat Diana mengenakan kemeja abu-abu lengan panjang sedang menyesap minuman dari cangkir keramik putih yang dipegangnya. Luna berjalan mendekati meja Diana lalu langsung menjatuhkan bokongnya di kursi kosong tepat seberang Diana. "Terima kasih sudah mau datang," ujar Diana membuka percakapan diantara mereka. "Mau tambah kopimu?" tawar Luna ketika waiter mencatat pesanannya. Diana menggeleng sekali. "Jadi hal apa yang ingin kamu katakan kepada saya?" Ada hening sejenak sebelum akhirnya Diana membuka suaranya. "Tolong l

