Sembilan Belas

1068 Kata

Tak pernah sekalipun terlintas di dalam pikiran Luna jika suatu hari nanti dia dan Lionel akan menjadi sepasang kekasih. Bahkan ketika Lionel pergi meninggalkannya saat itu, Luna hanya berpikir jika dia akan merindukan temannya itu karena biasa. Dimana ada Luna biasanya di situ juga Lionel. Bukan karena cinta. Atau ketika mereka menginjak remaja sebenarnya cinta itu sudah tumbuh di dalam dirinya. Hanya saja Luna belum menyadarinya? "Nanti malam kamu bisa datang ke rumah nggak?" Pertanyaan Lionel yang sedang menyetir di sisinya menyentak Luna untuk kembali ke dunia nyata. Sejak mereka menjadi sepasang kekasih, Lionel dengan murah hati menawarkan diri untuk mengantarnya ke kantor dan ia tahu tak ada pilihan kata 'tidak'. "Kenapa memangnya?" tanya Luna heran. "Ayah ingin mengundangmu unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN