Delapan Belas

1046 Kata

Tidak pernah terpikirkan sekalipun di dalam pikiran Luna jika dirinya dan Lionel akan menjadi sepasang kekasih. Bahkan hingga saat ini Luna masih tidak percaya dengan semua yang baru saja terjadi diantara mereka. Terutama ciuman antara sahabat. Sungguh tidak terduga! "Apa yang kamu pikirkan?" ucap pemilik suara berat yang akhir-akhir ini selalu berada di sisinya. "Tidak ada," elak Luna. Sore ini mereka sedang bersantai menikmati angin hangat yang berhembus pelan ditemani secangkir kopi favorit mereka. Kebetulan kafe dengan tema alam itu belum terlalu ramai. Meja kayu dan kursi bulat besi dengan lantai berkarpet rumput memberikan kesan alam. Sehingga siapa saja yang datang ke sana akan dengan senang hati kembali lagi. Lionel dapat fokus dengan pekerjaan yang sedang dilakukannya. "Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN