Dua puluh sembilan

1050 Kata

Satu tahun kemudian... Frans memandang kagum sosok perempuan bergaun putih panjang dengan bahu terbuka. Pandangan matanya begitu berbinar-binar sampai membuat Luna tersipu malu dibuatnya. Sudah berapa lama pria itu menatapnya sampai Frans tak sadar jika ia lupa untuk mengedipkan matanya. "Bagaimana menurutmu?" tanya Luna membuka suara. Menyadarkan Frans dari keterkagumannya akan kecantikan Luna dalam balutan gaun pengantin yang telah mereka pilih. "Kamu calon pengantin tercantik yang pernah aku lihat," puji Frans tulus. Perlahan Luna berjalan mendekat dan memandang Frans dengan senyum simpul di bibirnya. "Terima kasih. Tapi jangan lupa kalau kamu juga calon pengantin pria tertampan yang pernah aku lihat." Mendengar pujian itu alhasil Frans tertawa. "Terima kasih pengantin wanitaku."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN