Dengan ditemani Alex, Ara mengangkat panggilan telponnya. "Halo! Kenapa Li?" Ara langsung bertanya to the point, namun baru saja Ara ingin mendengar jawaban Ali dengan cepat Handphonenya berada dalam genggaman Alex. Dan dengan satu klik-an Alex meloud kan suaranya agar ia bisa mendengarkan apa yang akan Ali katakan. "Ra, kamu masih di sana kan...halo Ra?" tanya Ali memastikan. Alex memandang wajah Ara melihat bagaimana ekspresi calon istrinya itu dan Ara terlihat seperti tengah menerawang jauh entah kemana. "Sampe segitunya Ra, kamu nyimak omongan Ali." gumam Alex dengan tersenyum miris. "Kamu gak mau ngomong yah, okay sekarang aku bisa tebak kalo kamu itu... udah jawab iya buat lamaran Alex, makanya kamu gak mau lagi ngomong sama aku iya kan..." sambung Ali. Mendengar itu A

