Bab 44

1552 Kata

Elena yang baru saja muncul dari pintu depan di tangannya membawa satu dus sedang berisi beberapa bungkus spageti. Langkahnya yang tergesa menuju dapur mendadak terhenti ketika melirik gawainya berbunyi. Senyum pada bibirnya merekah lebar. Disimpannya dus tersebut di atas meja sofa sedangkan dirinya langsung mengangkat panggilan dan melompat-lompat kecil ke depan. Badannya diputar sambil kepala dimiring-miringkan, jauh sikpanya dari kata yang dia inginkan, keibuan. Sukma yang hendak menuju ke dapur akhirnya membawakan sekalian dus milik Elena. Sementara itu, sang empunya tangah tersenyum-senyum sendiri sambil berbicara dengan seseorang di seberang telepon di luar sana. Netranya berbinar senang, sesekali dia memeluk tiang sambil berjingkrak senang. Entah apa yang mereka bicarakan. ***

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN