Seorang lelaki berpakaian santai turun dengan mobil mewah di depan kediaman Burhan. Burhan ialah lelaki bertato yang memanfaatkan Sisil selama berbulan-bulan. Ada Ammar anak buahnya yang menjemput lelaki calon pelanggan itu dan sebagai penunjuk jalan. “Selamat datang Pak Hardiman!” ucapnya menyambut lelaki bertubuh tinggi tegap. Hardiman hanya menarik senyum datar. “Thanks!” ucapnya dingin. “Mau ngopi dulu atau langsung?” Burhan bertanya santai. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan lewat tiga puluh menitan. “Langsung saja! Saya tidak punya banyak waktu soalnya!” ucapnya santai. “Ok, mari kita ke kamarnya! Sudah saya persiapkan semuanya! Meskipun kondiisnya hamil akan tetapi pastinya akan membuat Anda ketagihan!” ucapnya sambi mengangkat satu alisnya ke atas. Senyumnya menyeringai

