Sukma sudah tiba lagi di rumah utama. Dia tak sabar menunggu petang, menyambut Raga datang. Usai mengurus kebutuhan Aira, Sukma membersihkan diri lalu menunaikan empat rakaat shalat ashar. Usai shalat, Sukma mengusap perutnya yang masih rata. Kehamilan yang ditunggu-tunggu oleh Raga, Aira dan kakek-neneknya belum juga ada hilalnya. “Ya Allah … Engkau sebaik-baik pembuat keputusan … setiap sepertiga malam aku mengadu dalam sujud terakhirku, berharap Engkau menghadirkan kehidupan baru, menitipkan nyawa baru dalam rahimku … akan tetapi hari ini Engkau mengabulkan berlainan … kau titipkan jiwa baru pada kami yang terlahir dari rahim orang lain … aku terima, aku ikhlas, mampukan aku menjaganya … semoga suatu hari nanti, Engkau mempercayakanku jiwa baru yang Kau titip dalam rahimku,” lirih S

