Raga biasanya pulang malam. Hari itu, Sukma sudah menidurkan Aira di kamarnya. Lalu dia menggantikan Mbak Ina menjaga Gilang yang sengaja ditidurkan pada box bayi di kamar Sukma. Mbak Ina berpamitan untuk makan malam di belakang bersama salah satu ART lainnya. Di kediaman Sukma ada satu ART yang bertugas memasak dan membersihkan rumah. Sukma terdiam dalam kesendirian. Jika sudah seperti ini, pikirannya kembali bertaut dengan takdir yang belum berpihak padanya. Dia menatap Gilang kecil terlelap. Sukma beberapa kali mengelus perutnya. Berharap ada segumpal nyawa yang sudah Allah titipkan di sana. Jujur semakin hari, dirinya semakin merasa tidak percaya diri. Sukma selalu melihat Raga dengan segala kesempurnaannya. Wajah tampan, pendidikan S2 luar negeri, pemilik perusahaan dan putra o

