Bab 55

1703 Kata

Namun baru saja Elena tiba di pintu toko kue. Hatinya tiba-tiba bergemuruh menatap dua orang yang tampak akrab berbincang. Ya, dia adalah Sisil dan Ahsan. Tampak secangkir kopi ada di atas meja ditemani beberapa toples kue kering buatan toko Sehati itu. Elena menarik napas panjang menetralkan rasa. “Bersikap dewasa, Elena! Bersikap keibuan!” batinnya sambil mengayun langkah mendekat ke arah meja di mana ada Sisil dan Ahsan di sana. “Ingat, bibirnya jangan manyun-manyun,” gumamnya lagi dalam d**a. Elena membayangkan wajah Sukma. Sikap dan gaya lembutnya, dia harus menjadi panutannya. Setelah merasa yakin, Elena mendekat dan mengucap salam. Membuat kedua orang yang tampak tengah mengobrol itu menoleh ke arahnya. “Assalamu’alaikum!” sapa Elena. Memasang wajah dengan senyum semanis mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN