"Sial!" umpat Andreas saat dia menyadari Kanaya lari darinya. Pria itu segera mengakhiri panggilan teleponnya lalu mengejar Kanaya. "Kanaya, jangan lari!" teriak Andreas. Sementara Kanaya, dengan berusaha keras mempercepat larinya. Sesekali ia menoleh ke belakang memastikan jaraknya aman dengan Andreas. 'Kalau seperti ini, aku bisa tertangkap,' batin Kanaya. Langkah kaki kecilnya tentu tak sebanding dengan langkah Andreas yang tinggi dan seorang pria. Dia hanya wanita lemah. 'Ya Tuhan, tolong aku,' batin Kanaya, ia terus menjerit. Tadinya ia akan berlari ke tol, tetapi ia tak tahu jalan ke sana. Apalagi, posisi jalan tol itu lebih tinggi. Karena itulah, Kanaya memilih berlari menuju perkampungan mati sebelumnya, setidaknya di sana ada Raja dan bodyguard yang dikerahkan ayahnya.

