"Pa sudah cukup Pa!" Keenan datang melerai ayahnya yang terus memukuli kakak iparnya. "Sudah Pa, gak ada gunanya mukuli Mas Raja, dia udah berusaha melindungi Kak Naya!" Dengan menahan lengan ayahnya, Keenan mencoba melerai. "Sudah," bujuknya. Papa Defano menatap pada Raja yang hanya diam duduk bersandar pada dinding. Wajah pria itu terluka, ada darah keluar dari hidung mancungnya. Dia tidak melawan karena ia sadar, dirinya tidak bisa melindungi Kanaya. Juga gara-gara dialah, Kanaya celaka. "Menyesal aku menikahkan putriku dengan pria sepertimu!" ujar Papa Defano yang kemudian pergi masuk ke IGD. Keenan menghela napasnya panjang, lalu menatap iba pada kakak iparnya. Jujur ia pun kecewa, tetapi siapa di dunia ini orang yang mau mendapat masalah? Tidak ada. Begitu juga Raja, kakak

