“Mas? Aku kepingin somay,” ucap Azzura dan Rayhan yang baru saja memejamkan mata, membuka kembali. Rayhan menatap Azzura senang, setelah enam bulan ia menunggu Azzura mengidam. “Oke, saya beliin dulu di depan.” Rayhan turun dari ranjang dan mencium kening Azzura lalu berjalan keluar kamar. Azzura mengernyit bingung melihat tingkah Rayhan yang semangat, padahal sebelum tidur tadi Azzura mendengar Rayhan mengeluh sakit pinggang. Saat dalam kebingungannya, Azzura melihat ke arah pintu yang kembali terbuka dan terlihatlah kepala Rayhan yang menyembul. “Kenapa, Mas?” tanya Azzura heran. “Gak, saya cuman pengen kissbye sama anak Ayah.” Lalu Rayhan pun melakukan kissbye dan menutup kembali pintu kamar. Azzura tertawa pelan karena sikap Rayhan itu. Hampir setengah jam, Azzura menunggu Rayhan

