Sekitar pukul enam lewat terdengar suara adzan yang berkumandang dari beberapa masjid yang mungkin letaknya tak terlalu jauh dari kediaman prof seno, sehingga suaranya terdengar dengan cukup jelas. Secara kebetulan Pak Karto keluar dari arah bagian dalam rumah, saat itu Prayoga, Imron dan Sandi diminta menunggu di ruangan tamu. Maka Imron kemudian memanggil Pak Imron yang hendak menyalakan semua lampu yang ada dalam rumah tersebut. "Pak Karto, apakah di tempat ini ada ruangan khusus untuk sholat?" "Ada, Mas. Kalau begitu tunggu sebentar, saya akan menyalakan dulu lampu-lampu dalam rumah ini, nanti akan saya antarkan ke ruangan khusus untuk sholat dan juga ruangan tempat berwudhunya." Segera dengan cekatan Pak Karto yang sudah hapal betul letak semua saklar listrik di rumah besar itu.

