Beberapa menit berlalu, Prayoga masih terlihat terduduk di tengah sawah sambil kemeja kan mata dan bibirnya yang komat kamit membaca sesuatu. Warga yang penasaran bersama keluarga sang paman menyaksikan dari jarak yang agak jauh, begitulah yang diminta Prayoga agar mereka tak terkena efek dari ritual pengembalian santet. Udara di sekitar area persawahan mulai terasa panas. Hal itu benar-benar membuat mereka tak nyaman, tetapi yang lebih hebat dari itu pun berlangsung tak lama sesudah perubahan suhu udara tersebut, terlihat di kejauhan ada puluhan bola api melayang di udara dan sepertinya arah terbangnya adalah menuju Prayoga yang masih duduk di sawah yang gagal panen itu. Sebuah kejadian lagi semakin membuat suasana semakin mencekam, yaitu tanah di persawahan itu mulai bergetar seperti

