Secara ekonomi kamu yang sekarang telah cukup mapan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, sudah saatnya juga kamu punya teman untuk berbagi dan tidak terlalu larut dengan rasa kehilanganmu pada gadis yang bernama Annisa yang kini sudah tiada.” Kali ini Gus Nadi yang berkata. “Sudahlah, Faqih kalau menurutku kamu terima saja, mencari sendiri belum tentu loh bisa mendapatkan yang lebih baik lagi nantinya.” Kata - kata yang keluar dari lisan Kyai Rahman barusan seakan - akan terkesan mendesak Faqih agar saat itu juga untuk segera memberikan keputusannya atas perjodohannya dengan salah seorang santri dari Gus Nadi yang kabarnya telah siap untuk di nikahi oleh siapa pun, asalkan orang itu adalah pilihan dari Gus Nadi sendiri. “Buatku pribadi, meski pun mengenal Gus Nadi belum lama, kalau b

